Bandar Lampung — Media Rakyat Bersatu Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Lampung resmi kembali dipimpin oleh Chusnunia Chalim (Nunik) untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan ini merupakan keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB setelah melalui rangkaian Musyawarah Wilayah (Muswil) DPW PKB Lampung yang digelar pada 28 November 2025.

Dalam forum Muswil tersebut, para peserta secara mufakat dan demokratis mengusulkan sejumlah nama calon Ketua DPW PKB Lampung. Setelah melalui tahapan Uji Kelayakan dan Kompetensi, DPP PKB menetapkan Nunik sebagai Ketua DPW PKB Lampung. Penetapan ini menandai kembalinya mantan Wakil Gubernur Lampung itu untuk memimpin PKB Lampung lima tahun ke depan.
Penetapan sekaligus pengenalan kepengurusan DPW PKB Lampung periode 2026–2031 disampaikan dalam kegiatan sosialisasi pengurus DPW PKB Lampung yang dipimpin Wakil Ketua Umum DPP PKB, Ida Fauziah, dan diikuti seluruh calon pengurus DPW serta perwakilan 15 DPC PKB se-Provinsi Lampung.
Dalam struktur baru, Nunik didampingi Maulida Zauro sebagai Sekretaris dan Cecep Jamani sebagai Bendahara.
Dalam keterangannya, Nunik menegaskan bahwa kepengurusan baru berkomitmen memperkuat soliditas kader, memperluas basis dukungan masyarakat, serta mengokohkan peran PKB sebagai partai yang konsisten memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya di Provinsi Lampung.
“PKB harus hadir sebagai solusi. Bukan sekadar partai politik, tetapi rumah besar perjuangan rakyat Lampung,” ujar Nunik.
Komentar Edy Yalismi : Kepemimpinan yang Menyatukan dan Membumi
Dukungan penuh juga datang dari kader di daerah. Edy Yalismi, Anggota DPRD Kabupaten Tanggamus dari Fraksi PKB sekaligus Bendahara DPC PKB Tanggamus, menyambut baik penetapan Nunik sebagai Ketua DPW PKB Lampung.
Edy secara khusus menyampaikan ucapan selamat atas amanah kepemimpinan yang kembali dipercayakan kepada Ibu Nunik.
“Atas nama kader PKB Tanggamus dan sebagai bagian dari keluarga besar PKB Lampung, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Ibu Chusnunia Chalim atas terpilihnya kembali sebagai Ketua DPW PKB Lampung periode 2026–2031. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kekuatan, kebijaksanaan, dan kelapangan hati dalam memimpin PKB Lampung,” ujar Edy.
Menurut Edy, kepemimpinan Ibu Nunik adalah simbol kesinambungan perjuangan politik yang berakar pada nilai sosial, kebangsaan, dan keberpihakan kepada rakyat kecil.
“Ibu Nunik adalah figur pemersatu. Beliau tidak hanya kuat secara organisatoris, tetapi juga memiliki sensitivitas sosial yang tinggi. Ini sangat penting agar PKB tetap membumi, dekat dengan umat, dan relevan dengan kebutuhan rakyat Lampung,” lanjutnya.
Edy menambahkan, kepengurusan baru ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara struktur partai dan kerja-kerja legislasi di daerah.
“Kami di DPRD siap mengawal kebijakan yang pro-rakyat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga perlindungan kelompok rentan. Kepemimpinan DPW di bawah Ibu Nunik memberi energi baru bagi kami di daerah untuk bekerja lebih ikhlas, lebih solid, dan lebih berdampak,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa PKB Lampung harus tampil sebagai kekuatan politik yang tidak elitis, melainkan hadir di tengah persoalan nyata masyarakat.
“PKB harus menjadi jembatan harapan. Bukan hanya berbicara soal kekuasaan, tetapi tentang keadilan sosial dan masa depan Lampung yang lebih bermartabat,” pungkas Edy.
Dengan kepengurusan baru ini, DPW PKB Lampung diharapkan mampu bekerja lebih solid, progresif, dan responsif terhadap dinamika sosial-politik, sekaligus menjawab kebutuhan riil masyarakat Lampung secara berkelanjutan.
Jurnalis: Rendi Hafiz