TANGGAMUS — Dinas Perikanan Kabupaten Tanggamus optimis wujudkan Program Kampung Nelayan Kementrian Kelautan dan Perikan (KKP) Republik Indonesia, hal itu dikatakan Kepala Dinas Perikanan Tanggamus Dharma Setiawan saat dijumpai di ruang kerjanya. Senin (06/10/2025)

Dharma mengatakan, secara administrasi persyaratan Kampung Nelayan telah terpenuhi, dan tengah menyiapkan lahan.

Adapun titik yang akan dijadikan Kampung nelayan yakni, Pekon Tegineneng, Tanjung Agung, Tanjungan dan Pekon Kelumbayan.

“Sebenarnya kita mengajukan 7 titik, namun dari hasil evaluasi dengan kementerian hanya 4 pekon itu yang berpeluang besar”, kata Dharma

Dharma menjelaskan, Kampung Nelayan akan berdiri diatas lahan seluas satu Hektare (1 ha) dengan 25 fasilitas bangunan, yang diantaranya terdapat dermaga, tempat bongkar muat, cold storage, pabrik es, kios serba ada, tempat kuliner dan fasilitas umum seperti mushola dan lain sebagainya.

“Selama ini yang diributin karena masalah kekurangan lahan kerja, jika ini sudah berjalan tidak usah pusing lagi dengan lahan kerja bahkan Pekon itu akan mencari pekerja dari luar”,

“Tidak menutup kemungkinan bahwa roda ekonomi juga akan ikut berjalan, dengan itu tidak ada lagi kemiskinan ekstrem di daerah pesisir” tambah Dharma.

Untuk jumlah Kampung Nelayan, lanjutnya, KKP tidak memberikan batasan hanya saja KKP meminta agar Kampung Nelayan tidak berdiri dalam satu Kecamatan yang sama.

Hal itu dilakukan guna memaksimalkan potensi Kampung Nelayan tersebut.

“Jika terdapat dua Kampung Nelayan dalam Satu Kecamatan dikhawatirkan tidak memberikan efek yang efisien, cuma jadi bangunan terbengkalai. Sementara Mereka (KKP) maunya bangunan ini benar benar bermanfaat bagi masyarakat “, kata Dharma.

Meski saat ini tengah berada dalam desakan KKP yang mengharuskan mengupload persyaratan pada tanggal 10 Oktober, Dharma mengaku optimis Kampung Nelayan dapat terwujud di Kabupaten Tanggamus.

Keyakinan Dharma bukan tanpa alasan, dia menilai Kabupaten Tanggamus memiliki banyak potensi untuk di kembangkan.

“Salah satunya di Pekon Tegineneng terdapat aset Pemda dengan luas lahan sekitar seribu meter persegi, ada juga aset di sebelah TPI dengan sekitar tiga ribu meter ditambah aset pekon dengan luas tiga ribuan meter juga”, kata dia.

Guna memastikan terwujudnya Kampung Nelayan, Dharma telah mengundang Kepala Pekon setempat untuk berembuk dan berdiskusi atas lahan yang diperlukan.

“Dengan sisa waktu yang sedikit ini saya yakin dapat terealisasi, jangan dibuat ragu apalagi melihat hasil rapat tadi begitu besar antusias dari Kepala Pekon”,.

“Mereka di KKP ini sudah memberikan kita kesempatan deadline sampai di 10 Oktober, masa iya kita yang sudah di kasih kesempatan mau kita lepas. Yang butuh siapa ?, Kan kita yang butuh sebisa mungkin kita kejar hingga terwujud,” pungkasnya.(RUDI)